Social Icons

facebooktwittergoogle plusemail

Featured Posts

Pimpinan KOMSAT

Agenda Foto Bersama, di akhir Masa Kepengurusan Kakanda Jihad Harun Sandia sebagai Ketua KAMMI Makassar Periode 2009-2011.

Selasa, 15 Maret 2016

Berjuang dengan Cinta

Jika ada Cinta, Pemimpin degan yang dipimpin tidak saling Menghianati
Jika ada Cinta, totalitas dalam Berkontribusi

Jika ada Cinta, bekerja berbasis Prestasi
Jika ada Cinta, perjuangan menjadi Ibadah yang Murni.
Jika ada Cinta, kakkan ada yang Tersakiti
Jika ada Cinta, hidup menjadi Berarti

Jika ada Cinta, Sang Pencipta akan Merahmati
Jika ada Cinta, Raja takkan menjadi Tirani Jika ada Cinta, Alam kan Merestui
Jika ada Cinta, Keluarga menjadi cerminan Surgawi

Jika ada Cinta, takkan ada Bangsa yang saling Memerangi
Jika ada Cinta, kaya miskin, tua muda saling menyangi
Bersama Menghadirkan Cinta dalam Diri !

Selasa, 05 Januari 2016

#Lawan ! (Catatan atas di DO ketua BEM UNJ)

Di zaman Reformasi, Suara Kritis masih di kebiri... anda Berpihak kepada siapa? Kepada penguasa yang menjelma menjadi Raja.
Ini zaman Reformasi, Berpikir dan bersikap kritis menjadi Substansi.
Jangan bungkam suara Hati. karna pemerintah tanpa Oposisi, hanya melahirkan rezim Tirani.

Ini zaman Reformasi, Seharusnya Anda Bangga pada pemuda yang berani bersuara Lantang. Bukan menekan dan membungkam bagi mereka yang Lantang.
Bagi pemuda Tabiaatnya adalah Melawan, maka arahkan pada rezim yang penuh dengan Kezaliman.

Apa yang anda pikirkan, posisi yang terancam atau Tawaran yang mengiurkan ? Menjadi pelayan bagi rezim yang bertopeng kerakyatan.
Jangan bungkam suara kebenaran, bagi pemuda yang diam, seperti Jenazah di kuburan.

Ini tanggung jawab intelektual yang seharusnya anda paham. Bersikap Adil dan menyatakan kebenaran, adalah yang anda ajarkan. Kami membawa Suara Perubahan, karna Penguasa mulai menjelma menjadi Tiran...
Ini Zaman Reformasi Kawan...
Bergerak dan Lawan !
Atau Anda akan Tergantikan.

Kamis, 31 Desember 2015

"Apa yang Hendak Engkau Rayakan ?" (catatan akhir Tahun 2015)

Negaramu kian terancam,
Rakyatnya kelaparan. Pemimpinnya Malah Berantem, sedang Pemudanya sukanya dugem...
Apa yang Hendak engkau rayakan ? Jutaan pemuda selesai kampus Tanpa Pekerjaan. Jalanan di malam hari menjadi mencekam, Vandalisme semakin mengancam.
Apa yang hendak engkau Rayakan  ? Dolar melambung tinggi, Rakyat Hidup tanpa subsidi. BBM, Listrik, Transportasi mencekik diri.

Apa yang hendak engkau rayakan ? Konflik Sara Merajalela, tolikara sempat membara. Masyarakat semakin Bengis, karna mereka Hampir menjadi Pengemis...

Apa yang hendak engkau Rayakan ? Musim kering panjang melanda, gagal panen dan kekeringan menjadi Musibah. Kebakaran Hutan Menyesakkan Jiwa, memaksa Balita Meninggalkan Dunia.
Melihat Garudamu di tempat Sampah... Bumi meronta, Laut seakan muntah bahkan gunung menangis darah.

Apa yang hendak engkau Rayakan?
Kabar Bencana menjadi trending setiap hari, koruptor merajalela memperkaya diri. Atw sebagian politisi berkelahi tak tau diri, dan Rakyat dibiarkan sendiri mati berdiri.

Apa yang hendak engkau Rayakan ? Tragedi mina Menelan Ratusan Nyawa, pesawat swasta dan  militer melengkapi derita rakyat semesta, banjir bandang melanda, pengusaha berubah menjadi Drakula yang taunya memgisap Rakyat jelata. Pemerintah hanya bisa katakan "Bukan urusan saya"...

Apa yang hendak engkau rayakan? Kebijakan yang tidak berpihak pada Rakyat, politisinya sok merakyat(wong cilik) tapi punya bakat sbg penghianat.

Apa yang hendak engkau Rayakan  ? Kisruhnya BPJS/kesehatan, membuat rakyat tanpa perawatan. Anak-anak timur pada Busung Lapar, 4 sehat 5 sempurna hanyalah impian. Kurikulum/pendidikan yang tidak jelas, membuat revolusi mental hanya pepesan kosong belaka.

Apa yang hendak engkau Rayakan  ? Jumlah Aborsi dan pecandu obat terus meningkat, atw Tauran yang tak perna selesai berdamai. Gadis kehilangan perawan menjadi lumrah.
Ataukah anak jalanan dan putus sekolah yang semakin ramai di sekitar kendaraan...

Masikah engkau bergembira ?
disaat Garudamu Nasibnya Malang...

Selasa, 24 Desember 2013

Inter Koneksi

Kita tidak sedang Membangun Negeri ini Hanya dengan satu Kelompok, Indonesia sederhananya adalah Keragam Budaya, Etnis dan Agama. Kita boleh berbeda, dan itu adalah Fitrah. kita terlahir dengan pikiran dan Pengalaman yg berbeda, tapi bukan berarti melegalkan alasan bahwa kita takbisa bekerja sama dan saling Toleran pada Ranah-ranah Muamalah.


Bhineka Tunggal Ika adalah Ruh dan Semboyan Negeri ini, Indonesia adalah representasi dari dunia dalam Contoh yang Komplit. Kita sedang menuju kebangkitan Peradaban, belajar untuk meminpin bangsa ini sebelum kita menjadi Negara adidaya yang membawa perubahan tidak hanya bagi Masyarakat Indonesia tapi juga Dunia secara Umum.

Senin, 23 Desember 2013

Pesan dari Konflik SARA

Untuk kesekian kalinya kerukunan bangsa ini terkoyak dengan berbagai isu-isu konfil  SARA. Kejadian di Cikeusik dan penyerangan pasantren di jawa seakan membuat tambahan baru dalam daftar konflik yang pernah terjadi di negri kita ini. Konflik dengan Ahmadiyah yang seyogianya tidak perlu terjadi karna telah adanya keputusan yang jelas dari MUI dan SKP tiga mentri seharusnya itulah yang menjadi dasar kepada pemerinth kita untuk mengeluarkan keputusan tegas yang mengayomi keinginan mayoritas Masyarakat Indonesia. Tapi itu ternyata tidak dilakukan, pemerintah kita ternyata hanya lebih sibuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat melanggengkan kekuasaan & sudah mulai berbicara pemilu 2014.

Minggu, 22 Desember 2013

Penggetar IMAN di Medan JIHAD

“persiapkanlah Jiwa-jiwa kalian untuk melakukan kerja yang Mulia dan Besar, Berusahalah untuk Mati secara Mulia sehingga Allah akan memberikan Kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa kematian pasti akan datang, dan hal itu terjadi hanya satu kali; jika kalian menjadikannya mati dijalan Allahmaka itulah sebuah keberuntungan di dunia dan ganjaran yang besardi akhirat” Hasan Al Banna
“jika ajalku telah Tiba, maka takada seorangpun yang mampu mencegah kematianku, namun jika belum saatnya maka apapun usaha mereka tak mungkin akan berhasil juga!” Abu A’la al Maududi
“Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat La ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan La ilaha illa Allah.” Sayyid Quthb

Beramal Dalam JAMA'AH

“Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal, Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini. Hidupkan lagi ajaran saling mencintai, Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu.”  Mungkin ini sepenggal bait dari sajak do’a Iqbal. Gambaran kegelisahan Batin atas kesaksian pada Zamannya. Ummat hari ini tak ubahnya seperti daun yang berhamburan, tak ada lagi kekuatan yang mampu menghimpun untuk menentang angin yang bertiup walau hanya sekedar untuk tetap berada pada posisinya. Ada kerinduan dimana daun-daun itu terhimpun layaknya dulu ketika masih dalam dekapan ranting-ranting yang cukulah untuk memberikan perlindungan.
Begitulah kenyataan ummat hari ini. Mungkin banyak dari mereka adalah orang-orang saleh, tapi mereka tak ubahnya daun  yang tidak terhimpun dalam sebuh Jama’ah. Mungkin banyak orang-orang hebat diantara mereka, tapi kehebatan mereka seakan sirna untuk melawan terpaan angin zaman.
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates