Social Icons

facebooktwittergoogle plusemail

Selasa, 24 Desember 2013

Inter Koneksi

Kita tidak sedang Membangun Negeri ini Hanya dengan satu Kelompok, Indonesia sederhananya adalah Keragam Budaya, Etnis dan Agama. Kita boleh berbeda, dan itu adalah Fitrah. kita terlahir dengan pikiran dan Pengalaman yg berbeda, tapi bukan berarti melegalkan alasan bahwa kita takbisa bekerja sama dan saling Toleran pada Ranah-ranah Muamalah.


Bhineka Tunggal Ika adalah Ruh dan Semboyan Negeri ini, Indonesia adalah representasi dari dunia dalam Contoh yang Komplit. Kita sedang menuju kebangkitan Peradaban, belajar untuk meminpin bangsa ini sebelum kita menjadi Negara adidaya yang membawa perubahan tidak hanya bagi Masyarakat Indonesia tapi juga Dunia secara Umum.

Senin, 23 Desember 2013

Pesan dari Konflik SARA

Untuk kesekian kalinya kerukunan bangsa ini terkoyak dengan berbagai isu-isu konfil  SARA. Kejadian di Cikeusik dan penyerangan pasantren di jawa seakan membuat tambahan baru dalam daftar konflik yang pernah terjadi di negri kita ini. Konflik dengan Ahmadiyah yang seyogianya tidak perlu terjadi karna telah adanya keputusan yang jelas dari MUI dan SKP tiga mentri seharusnya itulah yang menjadi dasar kepada pemerinth kita untuk mengeluarkan keputusan tegas yang mengayomi keinginan mayoritas Masyarakat Indonesia. Tapi itu ternyata tidak dilakukan, pemerintah kita ternyata hanya lebih sibuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat melanggengkan kekuasaan & sudah mulai berbicara pemilu 2014.

Minggu, 22 Desember 2013

Penggetar IMAN di Medan JIHAD

“persiapkanlah Jiwa-jiwa kalian untuk melakukan kerja yang Mulia dan Besar, Berusahalah untuk Mati secara Mulia sehingga Allah akan memberikan Kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa kematian pasti akan datang, dan hal itu terjadi hanya satu kali; jika kalian menjadikannya mati dijalan Allahmaka itulah sebuah keberuntungan di dunia dan ganjaran yang besardi akhirat” Hasan Al Banna
“jika ajalku telah Tiba, maka takada seorangpun yang mampu mencegah kematianku, namun jika belum saatnya maka apapun usaha mereka tak mungkin akan berhasil juga!” Abu A’la al Maududi
“Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat La ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan La ilaha illa Allah.” Sayyid Quthb

Beramal Dalam JAMA'AH

“Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal, Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini. Hidupkan lagi ajaran saling mencintai, Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu.”  Mungkin ini sepenggal bait dari sajak do’a Iqbal. Gambaran kegelisahan Batin atas kesaksian pada Zamannya. Ummat hari ini tak ubahnya seperti daun yang berhamburan, tak ada lagi kekuatan yang mampu menghimpun untuk menentang angin yang bertiup walau hanya sekedar untuk tetap berada pada posisinya. Ada kerinduan dimana daun-daun itu terhimpun layaknya dulu ketika masih dalam dekapan ranting-ranting yang cukulah untuk memberikan perlindungan.
Begitulah kenyataan ummat hari ini. Mungkin banyak dari mereka adalah orang-orang saleh, tapi mereka tak ubahnya daun  yang tidak terhimpun dalam sebuh Jama’ah. Mungkin banyak orang-orang hebat diantara mereka, tapi kehebatan mereka seakan sirna untuk melawan terpaan angin zaman.

Panggung Peradaban

Sejarah hanyalah goresan perjalanan panjang berbagai otobiografi tokoh-tokoh besar dengan ceritanya yang selalu menarik dan berbeda dari kebanyakan orang, mereka selalu memilih jalan yang kebanyakan orang terasa susah untuk dilalui. Sejarah peradaban hanyalah sebuah pentas dari jiwa-jiwa merdeka, yang memilih dirinya untuk berarti dan menjadi sosok yang bermanfaat, kita akan menemukan mereka pada setiap masa dengan karakternya yang unik dengan langkah-langkah besar  yang menjadi ciri khasnya. Jalan membangun sebuah peradaban teralu besar, sulit dan menguras hampir semua yang kita miliki (Harta,waktu dan Jiwa). Berbagai cerita tetangnya selalu diisi dengan cerita-cerita patriotisme yang membuat kita terkesan tidak berarti bila dibandingkan mereka, bagaimana Abu Bakar ra memberikan semua hartanya pada perang tabuk yang hanya menyisahkan Allah dan Rasullanya atau kita akan menemukan Thalhah Bin Ubaidillah yang menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Rasulullah SAW pada perang uhud dan terkena lebih dari 70 luka, jari-jari tangannya yang putus tapi masih sanggup mengendong Rasulullah menaiki puncak bukit.
Itulah potongan cerita pada pentas peradaban yang ceritanya selalu membuat takjub para penikmatnya.

Pelopor Bangsa

Adalah Negri  kaya, dengan berbagai limpahan kekayaan yang sulit tergambarkan bagi mereka yang berakal sekalipun. Ini dalah surga bagi duniamu yang tergambarkan dengan seindah pandanganmu, terlau banyak Rizki yang tercurahkan pada bumimu. Yang membuat para malaikat menggugat, apakah Kau akan menciptakan manusia yang akan membuat kerusakan di muka bumi ?. itulah seindah dan sehalus teguran kepada hambaNya dengan cintah yang berlimpah dalam pesan-pesan cintannya. Tapi kita terlalu naïf untuk bisa memahami, ataukah mungkin kita menjadi Bandel karna merasa sebagai anak kesanyangan…jangan pernah sedikitpun pikiranmu terbesit untuk kufur akan nikmatnya, cukuplah 2/3 pesan dari Rabbmu yang disampaikan dari Kekasihnya yang termulia tentang gambaran ummat terdahulu yang Kufur akan NikmatNya.
Untuk kesekian kalinya Negerimu terlalu kaya, yang membuat ummat-ummat lain iri dengan dirimu. Dan sebagian dari mereka berpikir untuk berbuat kejahatan pada dirimu, bahkan jauh sebelum dirimu lahir.
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates