Social Icons

facebooktwittergoogle plusemail

Senin, 23 Desember 2013

Pesan dari Konflik SARA

Untuk kesekian kalinya kerukunan bangsa ini terkoyak dengan berbagai isu-isu konfil  SARA. Kejadian di Cikeusik dan penyerangan pasantren di jawa seakan membuat tambahan baru dalam daftar konflik yang pernah terjadi di negri kita ini. Konflik dengan Ahmadiyah yang seyogianya tidak perlu terjadi karna telah adanya keputusan yang jelas dari MUI dan SKP tiga mentri seharusnya itulah yang menjadi dasar kepada pemerinth kita untuk mengeluarkan keputusan tegas yang mengayomi keinginan mayoritas Masyarakat Indonesia. Tapi itu ternyata tidak dilakukan, pemerintah kita ternyata hanya lebih sibuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat melanggengkan kekuasaan & sudah mulai berbicara pemilu 2014.
Sehinggahnya apa yang dikawatirkan selamah ini terjadi, perasaan masyarakat yang selamah ini resah kemudian menumpuk dan mengeluarkannya dalam momentumnya yang itu kemudian membuat instabilitas terjadi dinegri ini.
Ada yang menarik dari peristiwa di Cikeusik kemarin terkait kinerja aparat kita yang tidak terlihat kerjanya dilapangan, pertanyaannya adalah mengapa sampai seperti itu ? apakah mereka(aparat) yang nota bene tugasnya adalah melakukan pengamanan loh malah kecolongan. Dan yang anehnya ketika peristiwa itu terjadi mereka ramai-ramai menyalahkan umat islam, orang yang terkesan menyembunyikan kemunafikannya dalam balut kebebasaan beragama dan HAM yang menjadi musuh dalam selimut, yang tidak ada kesenangan pada diri mereka ketika melihat Islam menjadi Rahmatan Lil Alamin.
Ada beberapa analisis yang ingin kami sampaikan kepada pembaca terkait beberapa konflik Sara yang terjadi di Negri ini. Hal yang pertama kita harus sadari adalah bahwa konflik antara Al Hak dan Al Batil akan terus terjadi sampai hari kiamat, sehingganya musuh-musuh Islam mereka akan terus melakukan & menghalakan  segala cara agar bagaimana Islam itu tidak akan pernah bangkit, tapi siapakah yang lebih baik rencananya dari Sang Pembuat Rencana ? sehinggahnya untuk konteks Indonesia mereka terus melakukan propaganda dan melakukan sigma-stigma negative pada para Du’at(Da’i), ormas islam termasuk Partai Islam. Ada kehawatiran dan ketidak percayaan mereka terhadap islam mengenai konsepnya yang menyeluruh dan sempurnah dan kekhawatiran mereka membesar ketika mereka menjadi orang yang terbuang ketika nanti Indoneia bangkit dengan system Islam. Sehinggahnya sejak Negara ini di proklamirkan 1945 mereka terus melakukan kaderisasi terkait menyambung tongkat perjuangan melawan Konsep Islam.
Berbagai isu mereka mainkan termasuk Konflik Sara dan yang paling mengganggu adalah isu terorisme. Ada kekhawatiran mereka yang begitu besar tentang masa depan Islam di Indonesia, apalagi mengingat Untuk tahun ini menjadi tahun Revolusi dari berbagai Negara Islam melakukan gerakan pembaharuan dalam system ketatanegaraan. Yang inin kami sampaikan masa depan Indonesia tidak akan dibawah kemana dia hanya akan focus pada masalah mensejaterahkan rakyat dan memberikan jaminan keadilan bagi seluruh lapisan Masyarakat dan ini yang masyarakat inginkan tidak lebih, sehinggahnya tidak perlu adanya Fobhiah kepada Islam….bukankan ia menjadi agama kita selama ini, dan sejarah telah mencatat bahwa hanya Islamlah yang bisa menjamin berlangsungnya sebuah Pluralitas & masyarakat Heterogen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates