Social Icons

facebooktwittergoogle plusemail

Minggu, 22 Desember 2013

Beramal Dalam JAMA'AH

“Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal, Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini. Hidupkan lagi ajaran saling mencintai, Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu.”  Mungkin ini sepenggal bait dari sajak do’a Iqbal. Gambaran kegelisahan Batin atas kesaksian pada Zamannya. Ummat hari ini tak ubahnya seperti daun yang berhamburan, tak ada lagi kekuatan yang mampu menghimpun untuk menentang angin yang bertiup walau hanya sekedar untuk tetap berada pada posisinya. Ada kerinduan dimana daun-daun itu terhimpun layaknya dulu ketika masih dalam dekapan ranting-ranting yang cukulah untuk memberikan perlindungan.
Begitulah kenyataan ummat hari ini. Mungkin banyak dari mereka adalah orang-orang saleh, tapi mereka tak ubahnya daun  yang tidak terhimpun dalam sebuh Jama’ah. Mungkin banyak orang-orang hebat diantara mereka, tapi kehebatan mereka seakan sirna untuk melawan terpaan angin zaman.
Mungkin banyak diantara mereka adalah individu-individu yang memiliki potensi luar biasa, tapi sekali lagi mereka seperti daun-daun yang berhamburan disana-sini,untuk tidak berhimpun dalam sebuah Jama’ah.
Maka disini peran jama’ah yang diberikan Islam untuk menghimpun daun-daun yang berserakan itu, agar kekuatan setiap orang saleh, orang hebat, atau satu potensi untuk kemudian bisa menyatu dengan saudaranya yang lain, yang sama kesalehannya, sama kehebatannya dan sama potensialnya. Jama’ah juga merupakan sarana yang mampu menyederhanakan perbedaan-perbedaan pada setiap individu. Dalam sebuah jama’ah Individu yang memiliki kemiripan akan disatukan dalam sebuah simpul. walaupun akan banyak jama’ah, tetap itu masih lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Maka perjalan munuju kabangkitan ummat ini, harus memulainya dari menghimpun daun-daun yang berserakan itu. Merajut kembali jalinan cinta, menyatukan kekuatan dan potensi untuk kemudian meledakkannya pada momentum sejaranya. Tapi disini letak permasalahannya, tidak mudah untuk menyatukan mereka yang saleh, hebat dan berpotensi dalam sebuah jalinan ukhuwah yang kuat, bermetamorfosis menjadi sebuah pohon yang akarnya tertanam menghujam bumi sehingah mampu berdiri dengan kuat dan gagah. Sebagian dari mereka masih terlalu individualis, seakan ada kabut tebal dengan saudaranya yang lain yang membuatnya sulit untuk menyatu dan bergabung, setidaknya kekeruhan Jama’ah, kata imam Ali bin Abi thalib ra.,jauh lebih baik daripada kejernihan individu.
Mereka orang-orang Saleh, hebat dan potensial seharusnya menyadari, bahwa tidak banyak yang ia bisa berikan atau sumbangkan kepada islam jika kemudian mereka tidak bekerja dan beramal dalam jama’ah. Adalah fakta bahwa kita tidak akan mampu bertahan hidup lebih lama jika tanpa bantuan orang lain, atau kecerdasan individu tidaklah selalu lebih hebat dari kecerdasan kolektif dan tidak ada orang yang mampu menjadi segalanya atau melakukan segalanya. Tetapi itu semua bukan hanya sekedar masalah fitrah manusia, tetapi bagaimana kita bisa menjdi lebih efisien, efektif dan produktif.
Ada yang perlu kita sadari dan pahami bersama, bahwa musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisai agenda-aganda mereka dengan rapi,teratur dan terencana, sehingga sebagian besar tidak menyadari bahwa kita telah berada pada jaring-jaring mereka sebagai tangkapan. Bagaimana dengan kita ? hari kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, atau kalaupun ada itu tanpa manajemen.
Pilihan untuk bekerja dan beramal dalam jama’ah hanya akan lahir dari sebuah kesadaran yang mendalam untuk mau berkontribusi lebih banyak. Kita sekarng telah berada di awal tahun 2011, untuk satu tahun kedepan akan banyak tantangan yang dihadapi baik individu maupun kelompok, terkhusus bagaimana membangun kembali karakter Mahasisawa dan pendidik, memperbaiki Moral para Pemimpin kita. Tidak bisa kami sembunyikan kerinduan itu, untuk bisa melihat daun-daun itu terhimpun sehingga terpancar sebuah keindahan dan kekuatan. Ada keinginan kepada saudara-saudara kami seiman untuk bersama-sama BERAMAL DALAM JAMA’AH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates