Sejarah hanyalah goresan perjalanan panjang berbagai otobiografi
tokoh-tokoh besar dengan ceritanya yang selalu menarik dan berbeda dari
kebanyakan orang, mereka selalu memilih jalan yang kebanyakan orang
terasa susah untuk dilalui. Sejarah peradaban hanyalah sebuah pentas
dari jiwa-jiwa merdeka, yang memilih dirinya untuk berarti dan menjadi
sosok yang bermanfaat, kita akan menemukan mereka pada setiap masa
dengan karakternya yang unik dengan langkah-langkah besar yang menjadi
ciri khasnya. Jalan membangun sebuah peradaban teralu besar, sulit dan
menguras hampir semua yang kita miliki (Harta,waktu dan Jiwa). Berbagai
cerita tetangnya selalu diisi dengan cerita-cerita patriotisme yang
membuat kita terkesan tidak berarti bila dibandingkan mereka, bagaimana
Abu Bakar ra memberikan semua hartanya pada perang tabuk yang hanya
menyisahkan Allah dan Rasullanya atau kita akan menemukan Thalhah Bin
Ubaidillah yang menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi
Rasulullah SAW pada perang uhud dan terkena lebih dari 70 luka,
jari-jari tangannya yang putus tapi masih sanggup mengendong Rasulullah
menaiki puncak bukit.Itulah potongan cerita pada pentas peradaban yang ceritanya selalu membuat takjub para penikmatnya.
Terlalu banyak sejarah tetapi sedikit dari ceritanya yang menyejarah, kekal dan membumi, karna pentas peradaban hanya memberikan ruang kepada mereka yang memberikan lebih dari kebanyakan orang, pertama dan utama. Makanya kita tidak pernah tahu siapa orang kedua yang mendarat di bulan setelah Neil Amstrong atau begitu banyak orang yang terlibat dalam pembebasan Palestina tetapi kita hanya mengenal Umar bin al khathab ra dan Shalahuddin Al Ayubi. Sekali lagi bahwa sejarah hanyalah sebuah pentas peradaban dengan cerita manusia-manusia luar biasa, adalah hukum alam bahwa hanya yang mengambil peran Musa as dan Fir’aun Laknatullah yang akan kekal menyejarah dan menjadi cerita sepanjang masa.
Tetapi ada cerita menarik dalam setiap potongan cerita peradaban adalah sosok pemuda yang terkadang mengabil peran penting, mereka yang banyak memberikan insprirasi kepada kita. Ada Musa as yang dalam usia mudanya melakukan perlawanan kepada Tiran Fir’aun, ada Zulkarnain si pemuda pengembara dalam pencarian pengabdian abadi, ada Usama bin Zaid panglima perang yang memimpin para sahabat senior,ada Thariq Bin Ziyad pemuda penakluk Andalusia (Spanyol),ada Ibnu Khaldun Politikus Muda, ada Muhammad al Fatih pemuda sang penakluk Romawi Bizantium, ada Hasan Al Banna Pemuda pembaharu yang mengusir kolonialisme dari dunia Arab,dan ada Anda untuk masa depan Indonesia lebih baik. Yang ingin kami sampaikan bahwa terlalu banyak pemuda dalam pentas peradaban dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengambil peran mengroreskan sejarah kita sebagai manifestasi prestasi terbaik dalam cerita kehidupan di Dunia, manusia hanya meninggalkan Nama dan Amal, setelah itu tidak ada yang mengabadi.
Pemuda Indonesia akan mencapai 60 % dari jumlah penduduknya di tahun 2014,ini berarti kita yang akan menjadi actor utama di masa depan, mau dibawa kemana bangsa ini ? tetapi masih ada yang mengganjal dengan berbagai pertanyaan, salah satunya apakah Pemudahnya sudah siap, memiliki kompetensi, dewasa, mampu menyelesaikan masalah, memiliki sensifitas social ? mau tidak mau kita nantinya yang akan menggantikan mereka yang hari ini telah tua rentah dan Lamban, proses regenerasi itu jangan sampai hilang karna bangsa yang sehat adalah yang memiliki kemampuan melahirkan para pahlawan. Seharusnya kampus menjadi tempat dimana kita di tenpa untuk menjadi karakter harapan bangsa, karna kampus merupakan miniatur Negara dengan berbagai kompetisi. Dan pintu kesana salah satunya dan yang paling efektif adalah dengan berlembaga guna membentuk karakter kepemimpinan dan menejerial. Lembaga/Organisasi merupakan laboratorium kepemimpinan dengan miniatur masyarakat kecil tentang bagaimana kita memimpin dan dipimpin dan yang terpenting adalah menjadi pribadi suskses dan belajar berkerja sama, kita akan menemukan pemimpin-pemimpin bangsa hari ini yang semuanya dilahirkan dan dibentuk dari berlembaga/Organisasi. Pasrah dan Pesimis bukanlah ciri seorang pemuda, adalah pembuktian yang dinanti-natikan bangsa ini bahwa ternyata kita masih memiliki harapan karna pemudanya yang Optimis, dan anda adalah saah satunya ?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar